Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Dirjen Perlindungan dan jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa bumi di Desa Panjang Jaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019). PALAPA POS/Istimewa

PANDEGLANG - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan memperkuat program kampung siaga bencana di Kabupaten Pandeglang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dapat menanggulangi kebencanaan.

"Kita ke depan setiap kecamatan memiliki program kampung siaga bencana," kata Agus saat mengunjungi korban gempa di Desa Panjang Jaya Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, Sabtu (3/8/2019).

Program kampung siaga bencana sangat perlu diperkuat karena Kabupaten Pandeglang merupakan daerah bencana alam, seperti gempa, tsunami, longsor, banjir, kebakaran dan lainnya. Selama ini, kampung siaga bencana yang sudah terbentuk sebanyak 11 kampung dan semuanya berada di pesisir pantai Pandeglang.

Karena itu, pihaknya ke depan akan memperkuat kampung siaga bencana untuk meningkatkan pemahaman bagaimana ketika terjadi bencana juga bagaimana penanganan pascabencana. Pemahaman kebencanaan tersebut bertujuan dapat meminimalisasi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa. "Kami berharap setiap kecamatan minimal terdapat satu kampung siaga bencana," katanya.

Baca Juga: Wapres: Dampak Gempa Banten Pasti Ditangani Dengan Baik

Ia mengapresiasi para anggota TNI, Polisi, PMI dan Tagana yang menangani pascabencana gempa magnitudo 6,9 sejak malam melakukan evakuasi hingga pendataan korban. Saat ini, warga korban gempa berkekuatan magnitudo 6,9 di Kabupaten Pandeglang hanya satu orang yang meninggal dunia dan puluhan rumah rusak.

"Semua warga korban gempa akan menerima bantuan berupa paket aneka makanan, kebutuhan dasar, dana stimulan pembangunan rumah dan memberikan bagi yang meninggal mendapat dana Rp15 juta/ahli waris," katanya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan saat ini program mitigasi kebencanaan sudah diajarkan di sekolah-sekolah mulai jenjang SD sampai SMA/SMK dengan program tagana masuk sekolah.

"Kami berkomitmen akan memperluas mitigasi kebencanaan melalui program kampung siaga bencana dan tagana masuk sekolah guna meningkatkan pemahaman kebencanaan," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Muhammad Fauzi Sebut, Petani Korban Banjir Belum Terima Bantuan Pemerintah

KABUPATEN BEKASI - Usai diguyur hujan beberapa pekan lalu, banyak petani yang mengalami kerugian akibat lahan pertanian nya terendam banjir. Mengenai hal tersebut, perwakilan P

Plt. Wali Kota Bekasi Resmikan Pembangunan di Kecamatan Bekasi Barat

KOTA BEKASI - Mengendarai sepeda motor, Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berkeliling di wilayah Kecamatan Bekasi Barat dalam rangka peresmian sejumlah pembangunan yang tela

Politisi PKB Banten Tegaskan NKRI Syariah Tidak Perlu

LEBAK - Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten Mochamad Husen mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) syariah yang direkomendasikan hasil Ijtima Ul

Lima Kecamatan Di Lebak Krisis Air Bersih

LEBAK - Lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan air bawah tanah, seperti sumur timba, sumur bor dan s

Pemkot Cilegon Ajukan Anggarkan Rp 42 Miliar Untuk Pilkada

CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Provinsi Banten, mengajukan anggaran Rp42 miliar untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada 2020.

"

Seluruh Anggota DPRD Banten Periode 2014-2019 Akan Memperoleh Uang Jasa Pengabdian

BANDUNG - Sebanyak 85 orang DPRD Banten periode 2014-2019 dalam waktu dekat ini akan mendapatkan uang jasa pengabdian setelah selesai bertugas, dari APBD Banten yang diperkirakan t