Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. PALAPA POS/Istimewa

SURABAYA - Lembaga riset politik Surabaya Consulting Group (SCG) memprediksi nama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang akrab disapa Mas Ipin muncul sebagai salah satu kandidat calon wali kota Surabaya usungan PDI Perjuangan.

"Mas Ipin dikenal dekat dengan elit DPP PDIP dan berpeluang menjadi kandidat alternatif," ujar Direktur SCG Didik Prasetiyono kepada wartawan, di Surabaya, Selasa (23/7/2019).

Menurut dia, nama Mas Ipin akan muncul jika DPP PDI Perjuangan mempertimbangkan usia sebagai faktor dalam merebut elektoral.

Nama Mas Ipin memang menjadi satu dari beberapa nama yang berpeluang menggantikan Tri Rismaharini sebagai orang nomor satu di Pemkot Surabaya pada periode mendatang.

Bahkan, Mas Ipin yang merupakan putra daerah kelahiran Surabaya itu disebut-sebut layak menjadi wali kota karena kepemimpinannya yang sudah teruji meski usianya masih muda.

Selain pernah menjabat Wakil Bupati Trenggalek yang kemudian naik jabatan sebagai Bupati Trenggalek, Mas Ipin saat ini tercatat sebagai Ketua KNPI Jatim sekaligus Ketua DPD Taruna Merah Putih Jatim dan Ketua DPC PDIP Trenggalek, lalu pernah menjadi Sekretaris PW GP Ansor Jatim.

Sementara itu, nama-nama lain menurut SCG yang dinilai layak menjadi kandidat usungan PDIP, yaitu Whisnu Sakti Buana, Puti Guntur Soekarno, Armudji, Ery Cahyadi, dan Hendro Gunawan.

Pada sisi lain, Didik Prasetiyono menyampaikan bahwa calon wali kota nantinya dapat diketahui dari aspirasi yang dibawa oleh dua "kunci" penting PDIP di Surabaya, yakni Tri Rismaharini dan Bambang Dwi Hartono.

Risma, kata dia, dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, sehingga preferensinya akan menjadi pertimbangan penting bagi pengambilan keputusan DPP PDIP.

Sedangkan Bambang DH sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu dan pernah menjabat Wali Kota Surabaya dua periode memiliki posisi strategis dalam pengambilan keputusan DPP.

"Pertimbangan-pertimbangannya juga akan menjadi rujukan bagi Megawati dalam memilih kandidat dalam Pilkada Surabaya 2020," kata mantan Komisioner KPU Jatim tersebut. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Rafly Rayhan Al Khajri Beberkan Alasan Wakil Rektor III Bekukan Program EM UB

MALANG – Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB) Rafly Rayhan Al Khajri menegaskan pembekuan program kerja EM UB oleh Wakil Rektor III Dr. Setiawan No

Pemkot Bekasi Serahkan Bantuan Korban Gunung Semeru Melalui Pemkab Lumajang

LUMAJANG - Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto di Pendopo Arya Wirajaya menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana erupsi Gunung Semeru kepada B

Risma Dianugerahi Doktor Honoris Causa di Tongmyong Univercity Korsel

SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dianugerahi gelar Doktor Honoris Causa atas profesionalisme dan dedikasinya dalam bidang arsitektur oleh Tongmyong Univercity di Busan, Korea

KPU Tegaskan Anggaran Pilkada Surabaya 2020 Belum Siap

SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2020 sekitar Rp85,3 miliar belum siap meski tahapan pilkada sudah berjalan sejak

PDIP Ngawi Tetapkan Dua Bakal Calon Bupati

NGAWI - Panitia internal DPC PDI Perjuangan (PDIP) Ngawi menetapkan dua bakal calon bupati yang nantinya direkomendasikan untuk maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat tahun 2

Mahfud MD Berharap Imam Nahrawi Tegar Jalani Proses Hukum

SURABAYA - Pakar hukum ilmu tata negara Prof Mahfud MD berharap mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi diberi ketegaran dan kesabaran menjalani proses hukum yang saat ini sedang