Petugas BPBD Lebak menyalurkan bantuan pasokan air bersih di lima kecamatan akibat kemarau panjang. PALAPA POS/Istimewa

LEBAK - Lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang yang menyebabkan air bawah tanah, seperti sumur timba, sumur bor dan sumber mata air mengering.

"Semua warga yang mengalami krisis air bersih itu didistribusikan bantuan pasokan air bersih," kata Kepala Seksi Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Bernardi di Rangkasbitung, Rabu (31/7/2019).

Masyarakat yang mengalami krisis air bersih di lima kecamatan antara lain Kecamatan Sajira, Leuwidamar, Bojongmanik, Wanasalam dan Warunggunung. Mereka saat ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih terpaksa berjalan kaki menuju lokasi daerah aliran sungai juga membuat lubang-lubang di tepi sungai untuk menampung air.

Selain itu warga pada dinihari mendatangi sumber mata air yang ada dengan mengantre juga terdapat memanfaatkan air kolam. "Kami yakin krisis air bersih dipastikan meluas, jika tidak ada hujan," katanya.

Menurut dia, meski lima kecamatan tersebut mengalami krisis air bersih, namun BPBD belum menetapkan status darurat kekeringan. Penetapan status darurat kekeringan, jika lebih dari 15 kecamatan dilanda krisis air bersih.

Namun, saat ini krisis air bersih di lima kecamatan masih bisa ditangani dengan baik. "Kami setiap hari menyalurkan air bersih di lima kecamatan dengan sebaran di delapan desa itu," katanya.

Sejumlah warga Desa Selaraja Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka merasa lega setelah mendapat bantuan air bersih dari tangki BPBD setempat. Pasokan air bersih dipastikan mencukupi untuk kebutuhan dua hari ke depan.

"Kami berharap satu pekan sekali bisa didistribusikan air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK)," ujarnya.

Sementara itu, Camat Wanasalam Kabupaten Lebak Cece Saputra mengatakan pihaknya sudah melaporkan krisis air bersih yang melanda Desa Muara ke BPBD agar dapat bantuan pasokan air bersih. Sebab, masyarakat di desa itu jika kemarau mengalami krisis air bersih.

"Kita sudah biasa jika kemarau dipastikan warga Desa Muara mengalami krisis air bersih karena air bawah tanah mengering," katanya. (ant)

Comments

Leave a Comment

Berita Lainnya

Muhammad Fauzi Sebut, Petani Korban Banjir Belum Terima Bantuan Pemerintah

KABUPATEN BEKASI - Usai diguyur hujan beberapa pekan lalu, banyak petani yang mengalami kerugian akibat lahan pertanian nya terendam banjir. Mengenai hal tersebut, perwakilan P

Plt. Wali Kota Bekasi Resmikan Pembangunan di Kecamatan Bekasi Barat

KOTA BEKASI - Mengendarai sepeda motor, Plt. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto berkeliling di wilayah Kecamatan Bekasi Barat dalam rangka peresmian sejumlah pembangunan yang tela

Politisi PKB Banten Tegaskan NKRI Syariah Tidak Perlu

LEBAK - Sekretaris Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Banten Mochamad Husen mengatakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) syariah yang direkomendasikan hasil Ijtima Ul

Mensos Perkuat Program Kampung Siaga Bencana Di Pandeglang

PANDEGLANG - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan memperkuat program kampung siaga bencana di Kabupaten Pandeglang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dapat menanggul

Pemkot Cilegon Ajukan Anggarkan Rp 42 Miliar Untuk Pilkada

CILEGON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, Provinsi Banten, mengajukan anggaran Rp42 miliar untuk pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang akan digelar pada 2020.

"

Seluruh Anggota DPRD Banten Periode 2014-2019 Akan Memperoleh Uang Jasa Pengabdian

BANDUNG - Sebanyak 85 orang DPRD Banten periode 2014-2019 dalam waktu dekat ini akan mendapatkan uang jasa pengabdian setelah selesai bertugas, dari APBD Banten yang diperkirakan t